Efekivitas Senam Kaki Diabetik Dalam Menurunkan Tekanan Darah Pada Lansia Di Panti Jompo Kota Pare-Pare

Authors

  • Ade Hira Rusli Program Pendidikan Profesi Ners Fakultas Kesehatan Universitas Mega Buana Palopo Author
  • Elshie Kadonga Program Pendidikan Profesi Ners Fakultas Kesehatan Universitas Mega Buana Palopo Author
  • Aila Putria Ramadhani R Program Pendidikan Profesi Ners Fakultas Kesehatan Universitas Mega Buana Palopo Author
  • Eka Fitriyani Program Pendidikan Profesi Ners Fakultas Kesehatan Universitas Mega Buana Palopo Author
  • Dea Putri Ulandari Program Pendidikan Profesi Ners Fakultas Kesehatan Universitas Mega Buana Palopo Author
  • Dila Dila Program Pendidikan Profesi Ners Fakultas Kesehatan Universitas Mega Buana Palopo Author
  • Asri Amiruddin Program Pendidikan Profesi Ners Fakultas Kesehatan Universitas Mega Buana Palopo Author
  • Hardiansyah Hardiansyah Program Pendidikan Profesi Ners Fakultas Kesehatan Universitas Mega Buana Palopo Author
  • Fadli Fadli Program Studi Ilmu Keperawatan Universitas Mega Buana Palopo Author
  • Andi Sastria Ahmad Program Studi Profesi Ners, Fakultas Kesehatan, Universitas Mega Buana Palopo Author

DOI:

https://doi.org/10.59183/7p11t244

Keywords:

lansia, hipertensi, senam kaki diabetik, tekanan darah

Abstract

Proses penuaan menimbulkan perubahan fisik, psikologis, dan sosial yang meningkatkan risiko penyakit degeneratif, terutama hipertensi. Berdasarkan data awal di Panti Jompo Kota Parepare, dari 75 lansia terdapat 69 orang yang menderita hipertensi dengan pengobatan yang belum optimal. Kondisi ini menunjukkan perlunya intervensi non-farmakologis yang efektif, sederhana, dan dapat dilakukan secara mandiri oleh lansia. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini Adalah untuk mengetahui efektivitas senam kaki diabetik dalam menurunkan tekanan darah pada lansia di Pusat Pelayanan Sosial Lanjut Usia Mappakasunggu Kota Parepare tahun 2025. Metode kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini meliputi pemeriksaan tanda-tanda vital, pemeriksaan kadar asam urat dan gula darah sewaktu (GDS), serta pelaksanaan senam kaki diabetik secara rutin dan terarah. Hasil dari kegiatan tersebut menunjukkan adanya penurunan tekanan darah pada sebagian besar peserta setelah mengikuti senam kaki diabetik. Lansia berusia 60–70 tahun merupakan kelompok terbanyak dengan rentang tekanan darah yang menurun secara signifikan. Selain itu, perempuan memiliki tekanan darah yang sedikit lebih tinggi dibandingkan laki-laki sebelum intervensi. Kesimpulan: Senam kaki diabetik terbukti efektif sebagai intervensi non-farmakologis dalam menurunkan tekanan darah pada lansia. Latihan ini membantu memperlancar sirkulasi darah, memperkuat otot kaki, serta meningkatkan fleksibilitas sendi. Senam kaki diabetik direkomendasikan sebagai program rutin dalam upaya pengendalian hipertensi dan peningkatan kualitas hidup lansia.

Downloads

Published

2025-12-31