Pengaruh Range of Motion (ROM) Pasif dan Aktif terhadap Kekuatan Otot pada Pasien Stroke
DOI:
https://doi.org/10.59183/vw2baj75Keywords:
range of motion, kekuatan otot, pasien strokeAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh latihan Range of Motion (ROM) pada pasien stroke di ruang interna RSKD Dadi Makassar. Penelitian ini digolongkan kedalam jenis penelitian pra-ekprimental dengan pendekatan Kuantitatif. Penelitian ini dilakukan di ruang perawatan interna RSKD Dadi Makassar. Sampel pada penelitian ini yaitu penderita stroke yang dirawat inap di perawatan
interna stroke center RSKD Dadi Makassar yang terdiri dari 10 orang. Jumlah keseluruhan sampel yang digunakan yaitu 10 orang, dengan menggunakan teknik Purposive Sampling dengan rancangan one group Pra-post test design. Hasil penelitian ini menggunakan analisis statisitik deskriptif dan inferensial. Adapun hasil deskriptif dimana distribusi responden berdasarkan jenis kelamin diruang perawatan interna RSKD Dadi Makassar diketahui rata-rata responden berjenis kelamin perempuan yaitu sebanyak 7 orang
(70,0%) sedangkan berdasarkan umur hasil penelitian diketetahui bahwa seluruh responden berusia lebih dari 40 tahun dengan jumlah terbanyak pada usia 65 tahun yaitu 2 orang (20%), dan dsitribusi responden berdasarkan sisi hemiparesis maka dapat diketahui bahwa sebagian besar responden mengalami hemiparesis pada sisi tubuh bagian kiri yaitu sebanyak 8 orang (80.0%), dan distribusi
responden berdasarkan frekuensi serangan (onset) dapat diketahui bahwa Sebagianb besar responden mengalami kasus stroke dengan serangan pertama yaitu sebanyak 7 orang (70,0%) kemudian hasil dari analisis inferensial dimana menggunakan analisis univariat dsitribusi responden Berdasarkan nilai hasil Paired T-Test diperoleh nilai p = 0,001 yang berarti kurang dari ????= 0,05. Dengan demikian maka dapat dikatakan bahwa ada pengaruh yang signifikan antara latihan ROM pasif dan aktif terhadap kekuatan otot pada pasien stroke di ruang perawatan interna RSKD Dadi Makassar.
References
Ariani Tutu A, 2019. Sistem Neurobehaviour. Salemba Medika : Jakarta. Andarwati Nur A, 20119. Pengaruh Latihan ROM Terhadap Peningkatan Kekuatan Otot Pasien Hemiparese Post Stroke. (online) (http://eprints.ums.ac.id).
Cahyati Yanti, 2011. Perbandingan Latihan ROM Unilateral dan Latihan ROM Bilateral Terhadap Kekuatan Otot Pasien Hemiparese Akibat Stroke Iskemik di RSUD Kota Tasikmalaya dan RSUD Kab. Ciamis. (online) (http://lontar.ui.ac.id).
Dinata Cintya Agreayu, 2020. Gambaran Faktor Risiko dan Tipe Stroke pada Pasien Rawat Inap di Bagian Penyakit Dalam RSUD Kabupaten Solok Selatan Periode 1 Januari 2010 - 31 Juni 2021. (online) (http://jurnal.fk.unand.ac.id).
Djafar Sri A, 2014. Pengaruh Latihan ROM Pasif Terhadap Kekuatan Otot Pada Pasien Stroke Non Hemoragik di RSUD. Prof. Dr. H. Aloe Saboe Gorontalo. (online) (http://kim.ung.ac.id).
Dharma Kusuma Kelana, 2011. Metodologi Penelitian Keperawatan. TIM : Jakarta Timur.
Heriyanto Hendri, 2015. Perbedaan Kekuatan Otot Sebelum dan Sesudah Dilakukan Latihan (Mirror Therapy) Pada Pasien Stroke Iskemik Dengan Hemiparesis. (online) (http://journal.respati.ac.id/index.php/ilmukeperawatan/.../26).
Hidayat Alimul Azis A, 2021. Metode Penelitian Keperawatan dan Teknik Analisis Data. Salemba Medika : Jakarta.
Hidayat Alimul Azis A & Musrifatul Uliyah, 2004. Kebutuhan Dasar Manusia. EGC : Jakarta.
Indrawati Lili, dkk. 2019. Care Yourself Stroke Cegah dan Obati Sendiri. Penebar Plus : Jakarta.
Junaidi Iskandar, 2011. Stroke Waspadai Ancamannya. Andi : Yogyakarta.
Lukman & Nurna Ningsih, 2022. Asuhan Keperawatan Pada Klien Dengan Gangguan Sistem Muskuloskeletal. Salemba Medika : Jakarta.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2023 Mega Buana Journal of Nursing

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.



